KAJIAN PERHITUNGAN ISN • BANK INDONESIA

Dashboard Prediksi Uang Rupiah Diedarkan (UYD) → Iron Stock Nasional (ISN)

Model tujuh blok input • target UYD satu bulan ke depan • ISN = α × UYD

PERIODE LATIHJan 2013 – Des 2022120 bulan
PERIODE UJIJan 2023 – Jun 202642 bulan
POSISI TERAKHIRJul 2026 · UYD 1.314,3 T RpInflasi 2,88 % · BI Rate 5,75 % · Kurs Rp 18.008
TARGET MODELUYD bulan berikutnyahorizon 1 bulan (t+1)
UYD terakhir (Jul 2026*)1,314.3 T Rp*angka sementara
UYD awal (Jan 2012)345.2 T Rp3.8× dalam 14,5 th
Efek Idulfitri (rata-rata)+3.0% / -5.3%bulan Fitri / bulan berikutnya
Model terbaik di testLassoCV 3,31%Naive 3,47% (MAPE)
Sampel supervised162train 120 · test 42

Ringkasan eksekutif

Arsitektur ANN 7 blok input • target UYD bulan t+1 • ISN = α × UYD

Kajian ini membangun model prediksi UYD nasional bulanan (Jan 2012–Jul 2026, 175 observasi) sebagai basis perhitungan ISN. Kebutuhan ISN diturunkan dari proyeksi UYD melalui relasi proporsional berikut.

ÎSNt+1 = αt+1 × ÛYDt+1

Input model terdiri dari 7 blok dengan total ±155 fitur dan lag 0–12: dinamika UYD dan kas, makroekonomi dan moneter, harga komoditas global, digitalisasi sistem pembayaran, bencana dan gangguan sosial, geopolitik dan ketidakpastian, serta kalender dan musiman.

Temuan utama tahap baseline.

  1. Musiman Idulfitri pada UYD sangat kuat, rata-rata +3.0% pada bulan Fitri dan -5.3% pada bulan berikutnya.
  2. Model linear jarang (LassoCV, MAPE test 3,31%) mengalahkan Naive (3,47%). Sebaliknya model nonlinear dan tree (MLP 10,75%, Random Forest 16,46%, SVR 27,76%) overfit berat pada sampel sekecil ini.
  3. Ridge inti 23 fitur (4,16%) tetap sehat. Seleksi cerdas yang membuang proksi tren makro (4,25%) setara, sedangkan eliminasi VIF buta runtuh (14,92%). Arah yang tepat adalah kompresi per blok sebelum ANN final.

CARA MEMBACA DASHBOARD

  • Data dan Visualisasi: fakta dan pola historis UYD.
  • Evaluasi Model: perbandingan antar model pada periode test.
  • Simulator: uji sensitivitas “bagaimana-jika” satu bulan ke depan.
  • Glosarium: definisi setiap simbol, singkatan, dan sumber data.

Formulasi model

Tiga persamaan berikut merumuskan alur model dari input hingga ISN

PersamaanArti
Xt = [CASHt, MACROt, COMt, DIGt, DISt, GEOt, CALt]Vektor input gabungan 7 blok, informasi s.d. bulan t.
ÛYDt+1 = ANNθ(Xt)Prediksi UYD bulan berikutnya oleh jaringan saraf.
ÎSNt+1 = αt+1 × ÛYDt+1Kebutuhan ISN sebagai proporsi α dari UYD (skenario kebijakan).

UYD nasional, Jan 2012 – Jul 2026 (Rp miliar)

Sumber: statistik SPIP Bank Indonesia • Mei–Jul 2026 angka sementara

INTERPRETASI

  • Tren jangka panjang menanjak: dari 345.2 T Rp (2012) menjadi 1,314.3 T Rp (2026), ±3.8 kali lipat.
  • Gerigi tahunan yang tajam = efek Idulfitri; pelemahan 2020 mencerminkan COVID-19.
  • UYD bersifat sangat persisten dari bulan ke bulan. Inilah alasan model Naive sulit dikalahkan pada horizon 1 bulan.

Pola musiman: rata-rata perubahan bulanan (MoM) per bulan kalender

Rata-rata 2012–2026; garis nol sebagai acuan

INTERPRETASI

  • Bulan-bulan dengan Idulfitri berpindah tahun ke tahun, sehingga efeknya tersebar pada rata-rata Mei–Agu. Dummy FITRI dan proporsi Ramadan (RAM) menangkap pola ini secara eksplisit.
  • Penurunan tajam setelah lonjakan = arus balik (inflow) uang kembali ke BI; pasangan Outflow–Inflow penting sebagai fitur.
  • Desember (Nataru) relatif moderat dibanding Idulfitri, konsisten dengan ekspektasi tanda pada dokumen model.

Tabel efek Idulfitri per tahun

MoM pada bulan Fitri vs bulan berikutnya sebagai dasar kalibrasi blok kalender

Bulan FitriUYD (Rp M)MoM bulan FitriMoM bulan berikut
Aug 2012405,661+5.6%-5.1%
Aug 2013437,097+-7.7%-0.6%
Jul 2014564,524+21.4%-15.5%
Jul 2015539,166+6.4%-4.7%
Jul 2016567,894+-11.5%-2.2%
Jun 2017719,512+22.1%-14.2%
Jun 2018727,866+2.2%-6.3%
Jun 2019727,856+-14.4%-1.3%
May 2020798,557+7.4%-6.7%
May 2021851,259+0.9%-2.2%
May 2022929,811+-10.7%-1.9%
Apr 20231,031,024+8.7%-5.7%
Apr 20241,058,233+-1.4%-1.9%
Mar 20251,240,116+11.5%-8.5%
Mar 20261,346,664+4.6%-3.4%

Aktual vs prediksi pada periode test (target: UYD bulan t+1)

Train Jan 2013–Des 2022 (120) • test Jan 2023–Jun 2026 (42) • scaling fit-train-only

Naive (UYDt)3,47%
LassoCV inti3,31%
ElasticNetCV inti3,41%
Ridge inti 23 fitur4,16%
Ridge full 159 fitur9,83%
MLP(64,32) full14,54%

INTERPRETASI

  • Naive menang: wajar untuk deret yang persisten pada horizon 1 bulan. Ini benchmark yang harus dikalahkan, bukan kegagalan kajian.
  • Model full-fitur menghafal data latih (train MAPE ±2–3%) tetapi runtuh di test → overfit dimensi (159 fitur vs 120 latih).
  • Ridge inti 23 fitur mengembalikan generalisasi hingga hampir setara Naive. Ini bukti bahwa seleksi fitur dan arsitektur per-blok adalah arah yang tepat sebelum melatih ANN final.

Tabel metrik lengkap

Papan peringkat: 10 model pada fitur inti (23 peubah)

Diurut menurut MAPE test • RidgeCV pada tabel di atas sama dengan “Ridge inti”

ModelMAPE latihMAPE testRMSE test (Rp M)
→ LassoCV3.43%3.31%50,672
ElasticNetCV3.43%3.41%52,126
Naive4.64%3.47%52,759
RidgeCV3.40%4.16%59,320
OLS3.39%4.30%61,446
Seasonal8.72%8.68%109,752
MLP(16)2.25%10.75%187,039
RandomForest3.09%16.46%232,112
GradBoosting2.41%17.16%237,685
SVR(RBF)2.93%27.76%378,433

INTERPRETASI

  • Linear jarang menang. LassoCV (3,31%) dan ElasticNetCV (3,41%) mengalahkan Naive karena penalti L1 menonaktifkan fitur redundan secara otomatis. Lasso menyimpan 13 dari 23 fitur, terkuat: UYDt, lag-12, GDP, NATARU, RAM, FITRI.
  • Nonlinear dan tree runtuh. MLP, Random Forest, Gradient Boosting, dan SVR menghafal data latih (MAPE 2–3%) lalu gagal di test (11–28%). Sampel 120 terlalu kecil untuk fleksibilitas sebesar itu.
  • Implikasi untuk ANN: arsitektur final perlu induksi sparsitas atau kompresi per blok agar meniru keunggulan Lasso, bukan menambah kapasitas mentah.

Ablasi blok (Ridge full, test RMSE_log)

Delta negatif = error turun saat blok dibuang → indikasi redundansi/overfit

INTERPRETASI

  • MACRO & CASH paling bernilai (error naik saat dibuang).
  • Membuang DIG / COM / GEO / CAL justru memperbaiki skor. Artinya bukan bloknya yang tak penting secara ekonomi, melainkan 48 fitur digital beserta lag yang berlebih menjadi noise bagi estimator linear berdimensi tinggi.
  • Implikasi: kompres tiap blok (PCA/embedding) sebelum fusi ANN, bukan membuang blok.

Matriks korelasi antar fitur (r Pearson)

33 peubah kontemporer • sampel Jan 2020–Jun 2026 (n=79) agar semua kanal digital tersedia • garis tebal memisahkan blok • arahkan kursor untuk nilai pasti

Merah: korelasi positif • Biru: negatif • angka ditampilkan bila |r| ≥ 0,50

INTERPRETASI

  • Volume dan nominal kanal yang sama praktis identik (r 0,97–0,999). Untuk model cukup dipakai salah satu, sebaiknya nominal.
  • Antar kanal digital saling berkorelasi tinggi karena tren adopsi bersama, bukan hubungan sebab-akibat.
  • Blok bencana, sosial, dan geopolitik hampir ortogonal terhadap blok lain. Inilah nilai tambahnya sebagai fitur.

Pasangan paling berkorelasi (|r| ≥ 0,85) dan VIF

VIF dihitung pada desain inti 23 fitur, sampel latih • ambang kewaspadaan umum: VIF > 10

Pasanganr
DBV_ln dan DBN_ln+0.999
CCV_ln dan CCN_ln+0.998
MBV_ln dan MBN_ln+0.997
UEV_ln dan UEN_ln+0.992
DBN_ln dan CCN_ln+0.989
QRISV_ln dan QRISN_ln+0.988
UEV_ln dan CCV_ln+0.987
DBV_ln dan CCN_ln+0.986
DBN_ln dan CCV_ln+0.986
UEV_ln dan CCN_ln+0.984
DBV_ln dan CCV_ln+0.983
UEN_ln dan MBN_ln+0.980
FiturVIFStatus
logUYD_t0153.49Tinggi
GDP_t116.60Tinggi
logUYD_lag12103.39Tinggi
logUYD_lag160.66Tinggi
IPR_t20.47Tinggi
FX_t19.29Tinggi
BIR_t7.63Waspada
RAM_t7.33Waspada
PRO_t5.58Waspada
INF_t5.40Waspada
IKK_t5.09Waspada
NATARU_t4.86Aman
RIOT_t3.82Aman
logOutflow_lag13.68Aman
FITRI_t2.78Aman
COS_t2.73Aman
logInflow_lag12.64Aman
DSI_t2.24Aman
SIN_t2.16Aman
WUI_t1.66Aman
COVID_t1.56Aman
GPR_t1.47Aman
FAT_t1.43Aman

Bagus mana: prediksi dengan vs tanpa fitur multikolinear

Tiga varian Ridge, belahan latih/uji yang sama • eliminasi VIF-buta membuang 5 fitur bervif tertinggi • smart-drop hanya membuang GDP dan IPR

Modeln fiturMAPE latihMAPE test
Ridge inti 23 fitur233.40%4.16%
Ridge VIF-blind (18 fitur)185.74%14.92%
Ridge smart-drop (21 fitur)213.38%4.25%
Naive (pembanding)–4,64%3,47%

INTERPRETASI

  • Eliminasi buta berbahaya. VIF-buta membuang justru sinyal autoregresif inti (UYDt, lag-1, lag-12) sehingga MAPE test runtuh ke 14,92%.
  • Multikolinearitas tidak merusak prediksi bila estimator diregularisasi. Ridge inti tetap terbaik (4,16%).
  • Seleksi cerdas bersifat netral. Membuang proksi tren makro (GDP, IPR) menghasilkan 4,25%, setara. Rekomendasi tetap kompresi per blok, bukan pembuangan buta.

Simulator “bagaimana-jika”: Ridge inti, horizon 1 bulan

Default = posisi Jun 2026 • lag & SIN/COS terkunci dari data • output: UYDt+1 dan ISN = α×UYD

Prediksi UYD bulan depan-
Prediksi ISN (α×UYD)-
UYD bulan acuan-
Catatan baca: simulator memprediksi bulan depan (t+1). Mencetang “Bulan Idulfitri” berarti bulan ini Lebaran → model memproyeksikan penurunan bulan depan (±13%, pola historis pasca-Lebaran −10–−15%). Ini eksplorasi sensitivitas, bukan angka kebijakan definitif karena model inti masih kalah tipis dari Naive.

Glosarium singkatan

Istilah yang dipakai di dashboard, dataset, dan dokumen model

SingkatanKepanjanganKeterangan
UYDUang Rupiah yang DiedarkanPosisi nasional, Rp miliar, bulanan. Variabel target.
ISNIron Stock NasionalKebutuhan persediaan; dimodelkan sebagai α×UYD.
ANNArtificial Neural NetworkFungsi nonlinear pemeta Xt → UYDt+1.
SPIPStatistik Sistem Pembayaran & Infrastruktur Pasar KeuanganSumber UYD, inflow/outflow, dan data kanal pembayaran (BI).
SEKIStatistik Ekonomi & Keuangan IndonesiaSumber PDB triwulanan (did disagregasi ke bulanan).
BI Rate / BI7DRRSuku bunga kebijakan BIBI7DRR jadi policy rate sejak Agu 2016; bernama BI-Rate sejak Des 2023. Dipakai posisi akhir bulan.
IPR / IKKIndeks Penjualan Riil / Indeks Keyakinan KonsumenIndikator konsumsi & optimisme; sumber survei BI.
CPOCrude Palm OilSerta batubara Australia, minyak mentah rata-rata, nikel, emas (World Bank).
QRIS / UEQRIS / Uang ElektronikVolume & nominal; QRIS tercatat sejak Jan 2020.
DSIDisaster Severity IndexPCA dari kejadian, korban, rumah terdampak, fasum (9 jenis bencana, BNPB).
PCAPrincipal Component AnalysisDipakai untuk DSI dan indeks COVID.
PRO / RIOT / FATProtes / Kerusuhan-konflik / FatalitasRIOT = Battles+Explosions+Kekerasan thd sipil+Riots (ACLED, sejak 2015).
GPR / WUIGeopolitical Risk / World Uncertainty Index (Indonesia)Indeks berbasis pemberitaan, bulanan.
RAM / FITRI / NATARURamadan / Idulfitri / Natal-Tahun BaruRAM = proporsi hari Ramadan; FITRI & NATARU dummy.
SIN / COSTransformasi musimansin(2πm/12), cos(2πm/12); m = nomor bulan.
EOM / ADHKEnd-of-month / Atas Dasar Harga KonstanKonvensi pencatatan BI Rate & PDB riil 2010.
RMSE / MAE / MAPEMetrik errorTarget ANN dilatih dalam log; metrik level dalam Rp miliar.

Kamus 7 blok input

Tujuh blok peubah input beserta simbol dan perlakuannya

Blok 1: CASH (dinamika UYD & kas)

SimbolVariabelTransformasi
UYDt−kUYD historis lag 1,2,3,12Log; lag-12 pola tahunan
IN / OUTInflow & outflow lag 1–3 (+ posisi t pada baseline)Log

Blok 2: MACRO (makroekonomi & moneter)

SimbolVariabelTransformasi
INF, BIR, GDP, IPR, IKK, FXInflasi; BI Rate; PDB riil; IPR; IKK; kurs USD/IDRLevel kecuali GDP & FX (log); lag 0–3

Blok 3: COM (komoditas global)

SimbolVariabelTransformasi
CPO, COAL, OIL, NICKEL, GOLDCPO; batubara Australia; minyak mentah; nikel; emasLog; lag 0–3

Blok 4: DIG (digitalisasi pembayaran)

SimbolVariabelTransformasi
QRISV/N, UEV/N, DBV/N, CCV/N, MBV/N, IBV/NVolume & nominal: QRIS; UE; ATM/debit belanja; kartu kredit; mobile banking; internet bankinglog1p (0 = belum tercatat) + flag; lag 0–3

Blok 5: DIS (bencana & sosial)

SimbolVariabelTransformasi
DSI, COVID, PRO, RIOT, FATIndeks bencana alam; keparahan COVID; protes; kerusuhan/konflik; fatalitasIndeks & cacah bulanan; lag 0–3

Blok 6: GEO • Blok 7: CAL

SimbolVariabelTransformasi
GPR, WUIRisiko geopolitik & ketidakpastian IndonesiaStandardisasi; lag 0–3
RAM, FITRI, NATARU, SIN, COSKalender & musimanProporsi/dummy/sin-cos; tanpa lag

Metodologi & keterbatasan

Jejak pengolahan yang dapat direproduksi

TahapIsi
1. KonsolidasiSembilan sumber data bulanan dihimpun menjadi satu dataset induk (175 bulan). Koreksi: 3 sel inflasi “3 %”/“4 %” dibaca 0,03/0,04.
2. Rekayasa fiturDSI via PCA; PRO/RIOT/FAT dari ACLED; RAM/FITRI/NATARU/SIN/COS kalender; log & log1p sesuai dokumen.
3. SupervisiFitur Xt (±155 peubah) dipasangkan dengan target Yt+1; 162 baris (Jan 2013–Jun 2026).
4. ValidasiSplit waktu train < 2023 / test ≥ 2023; scaling fit-train-only; benchmark Naive & musiman wajib.
5. KeterbatasanQRIS (2020+), mobile/internet banking (Agu 2018+), ACLED (2015+) pendek; COVID pasca-2022 NaN; UYD 2026 sementara; n < p pada model full.

Sumber: statistik SPIP & SEKI Bank Indonesia • survei Bank Indonesia • statistik harga komoditas Bank Dunia • BNPB • Kementerian Kesehatan • ACLED • indeks GPR dan WUI.